Mafindo Ajak Kolaborasi Nasional Tangani Penipuan Digital, KOGTIK Tugaskan Perwakilan Hadiri Diskusi Strategis
Umum 24 February 2026
Jakarta, 24 Februari 2026 – Maraknya kasus penipuan digital (scam) yang merugikan masyarakat lintas usia dan profesi mendorong berbagai pihak untuk memperkuat kolaborasi. Menyikapi...
Berita Terkini
-
Soal-soal Informatika dan KKA Kelas 8
05 Mar 2026 -
Mafindo Ajak Kolaborasi Nasional Tangani Penipuan...
24 Feb 2026 -
KOGTIK Ambil Bagian dalam Konsolidasi Nasional Pen...
10 Feb 2026 -
Modul Praktik Informatika Membuat Kalkulator Seder...
02 Feb 2026 -
Modul praktik membuat game dengan MIT App Inventor...
02 Feb 2026
Mafindo Ajak Kolaborasi Nasional Tangani Penipuan Digital, KOGTIK Tugaskan Perwakilan Hadiri Diskusi Strategis
Jakarta, 24 Februari 2026 – Maraknya kasus penipuan digital (scam) yang merugikan masyarakat lintas usia dan profesi mendorong berbagai pihak untuk memperkuat kolaborasi. Menyikapi kondisi tersebut, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) melalui Program Anti-Scam Network menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun Kolaborasi Penanganan Penipuan Digital di Indonesia pada Selasa (24/2/2026), pukul 13.30–18.30 WIB, bertempat di Ruang Amphitheater Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Kemang, Jakarta Selatan.
Diskusi ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pegiat literasi digital, komunitas teknologi informasi, akademisi, hingga perwakilan lembaga dan organisasi masyarakat sipil. Tujuannya jelas: memetakan persoalan penipuan digital secara komprehensif dan merumuskan solusi kolaboratif yang dapat diimplementasikan secara nyata.
Ancaman Nyata di Era Digital
Penipuan digital kini hadir dalam berbagai bentuk—phishing, investasi bodong, social engineering, pembajakan akun, hingga penyalahgunaan data pribadi. Modus yang digunakan pun semakin canggih, memanfaatkan celah literasi digital masyarakat yang belum merata.
Dalam pengantarnya, panitia menyampaikan bahwa penanganan penipuan digital tidak bisa lagi dilakukan secara sektoral. Dibutuhkan jejaring kerja sama lintas organisasi agar edukasi, pencegahan, hingga respons terhadap korban dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan cepat.
Program Anti-Scam Network Mafindo hadir sebagai salah satu inisiatif untuk memperkuat ekosistem perlindungan publik dari ancaman scam. Diskusi kelompok terpumpun (FGD) ini diharapkan menghasilkan peta jalan kolaborasi yang konkret, termasuk pembagian peran antar komunitas dan lembaga.
KOGTIK Ambil Peran Aktif
Sebagai organisasi yang bergerak di bidang komunitas dan teknologi informasi, KOGTIK.com memandang isu penipuan digital sebagai persoalan serius yang menyentuh langsung masyarakat pengguna internet.
Ketua KOGTIK Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd menyampaikan bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan memahami risiko, menjaga keamanan data, serta bersikap kritis terhadap informasi dan tawaran yang beredar di ruang digital.
“Kolaborasi adalah kunci. Tidak ada satu lembaga pun yang bisa bekerja sendiri menghadapi kejahatan digital yang terus berevolusi. Karena itu, KOGTIK menyambut baik undangan Mafindo dan siap berkontribusi aktif,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, KOGTIK secara resmi menugaskan Bapak Simon Siarmata dan Bapak Winarno untuk menghadiri diskusi strategis ini sebagai perwakilan organisasi.
Peran Strategis Perwakilan KOGTIK
Penugasan Pak Simon Siarmata dan Pak Winarno bukan tanpa alasan. Keduanya dikenal aktif dalam penguatan literasi digital dan edukasi keamanan siber di lingkungan komunitas dan pendidikan.
Dalam forum diskusi ini, keduanya diharapkan dapat:
- Menyampaikan pengalaman lapangan terkait kasus-kasus penipuan digital yang terjadi di masyarakat.
- Memberikan masukan terkait strategi edukasi berbasis komunitas.
- Mengusulkan model kolaborasi antara organisasi masyarakat, komunitas IT, dan lembaga pendidikan.
- Mengidentifikasi peluang sinergi dengan Anti-Scam Network Mafindo.
Kehadiran mereka juga menjadi representasi bahwa komunitas teknologi memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik terhadap ancaman scam.
Fokus Diskusi: Dari Pencegahan hingga Respons
Agenda diskusi yang dilampirkan panitia menunjukkan bahwa forum ini tidak hanya membahas teori, tetapi juga pendekatan praktis. Beberapa fokus pembahasan antara lain:
- Pemetaan tren terbaru penipuan digital di Indonesia.
- Tantangan dalam pelaporan dan penanganan kasus.
- Strategi edukasi publik yang efektif.
- Penguatan jejaring kolaborasi antar organisasi.
- Penyusunan rencana tindak lanjut bersama.
Diskusi kelompok terpumpun dipilih agar peserta dapat berbicara secara lebih mendalam dan terbuka, sekaligus menghasilkan rekomendasi yang aplikatif.
Momentum Penguatan Literasi Digital Nasional
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan literasi digital nasional. Penipuan digital bukan hanya persoalan kerugian materi, tetapi juga berdampak pada kepercayaan publik terhadap ekosistem digital.
Dengan semakin meningkatnya transaksi daring, penggunaan media sosial, dan layanan keuangan digital, masyarakat membutuhkan perlindungan yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif.
KOGTIK menilai bahwa forum seperti ini harus terus diperluas. Ke depan, hasil diskusi diharapkan tidak berhenti pada rekomendasi, tetapi ditindaklanjuti dengan program bersama seperti:
- Kampanye edukasi anti-scam di sekolah dan komunitas.
- Pelatihan keamanan digital bagi masyarakat umum.
- Penyusunan modul literasi digital berbasis kasus nyata.
- Pembentukan kanal pelaporan terpadu berbasis komunitas.
Harapan dan Komitmen Bersama
Partisipasi KOGTIK dalam diskusi ini menegaskan komitmen organisasi untuk terus berada di garis depan dalam membangun budaya digital yang aman dan bertanggung jawab.
“Kami berharap diskusi ini menjadi langkah awal yang kuat untuk membangun kolaborasi jangka panjang. Perlindungan masyarakat dari penipuan digital adalah tanggung jawab bersama,” ujar salah satu pengurus KOGTIK.
Dengan menugaskan Pak Simon Siarmata dan Pak Winarno, KOGTIK tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai mitra strategis yang siap bekerja sama dalam implementasi program Anti-Scam Network.
Di tengah derasnya arus transformasi digital, kolaborasi lintas sektor menjadi kebutuhan mendesak. Diskusi yang digagas Mafindo ini menunjukkan bahwa kesadaran kolektif untuk melawan penipuan digital semakin menguat.
Harapannya, dari Ruang Amphitheater LPPI di Kemang, lahir langkah-langkah nyata yang mampu melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman scam—sehingga ruang digital menjadi lebih aman, sehat, dan terpercaya bagi semua.
